Virtual Reality untuk Politik Tahun 2024 Apakah Bisa

Virtual Reality untuk Politik Tahun 2024? Apakah Bisa?

Virtual Reality untuk Politik Tahun 2024 Apakah Bisa

Virtual Reality untuk Politik – Tahun 2024 akan menjadi tahun pesta demokrasi. Bagaimana tidak? Indonesia akan memiliki presiden baru dan sekarang terdapat 3 calon nama yang akan menjadi RI 1. 3 calon nama tersebut Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan juga Prabowo Subianto.

Yang menarik dari pesta demokrasi ini di tahun depan adalah pemilik suara yang didominasi oleh generasi millenial dan juga gen Z. Seperti yang kita tahu, kedua generasi ini disebut-sebut sebagai generasi emas karena telah cukup mampu beradaptasi dengan baik pada perkembangan teknologi terbarukan.

Tidak heran jika banyak dari mereka, Timses ketiga capres menggunakan berbagai teknologi yang akrab digunakan oleh kedua generasi tersebut. Sebut saja teknologi media sosial.

Melalui media sosial, timses dapat dengan mudah menyuarakan isi program capres pilihannya selama masa kampanye berlangsung. Meskipun masa kampanye baru akan berlangsung pada 28 November 2023 – 10 Februari 2024, kita telah menemukan berbagai jenis kampanye.

Baca Juga: Prediksi Virtual Reality untuk Tahun 2024

Dari sekian banyak jenis kampanye tersebut, mimin belum menemukan satupun kandidat yang menggunakan virtual reality sebagai alat politiknya.

Ya, virtual reality sebagai teknologi terbarukan dapat dicampur adukan dalam urusan politik. Lalu bagaimana peran Virtual Reality ini untuk dunia politik?.

Mari kita bahas bersama-sama di dalam artikel ini;

Peran Virtual Reality untuk Dunia Politik

1. Membantu Komunikasi Publik Jadi Lebih Imersif

Peran VR yang pertama dalam bidang ini adalah mampu membantu komunikasi publik jadi lebih imersif. Barack Obama dan juga Michelle Obama telah menggunakan VR ini untuk menampilkan kehidupan di Gedung Putih.

Melalui teknologi 360° dari Weta Workshop Selandia Baru, tour di gedung putih mampu menghadirkan pengalaman unik bagi masyarakat Amerika Serikat. Ini tentu akan memberikan gambaran baru bagi masyarakat AS yang memang tidak akan pernah mengunjungi Gedung Putih.

Contoh lain, didapatkan dari mantan sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Bersama dengan kru VR-nya, ia dan tim dapat menampilkan dampak perang atau bencana alam secara real-time kepada masyarakat umum. Video virtual Ban Ki-moon saat itu sendiri menampilkan kondisi dari pengungsi Suriah dan juga pengungsi di Kongo.

Ban bahkan mengatakan bahwa VR dapat digunakan sebagai alat untuk memahami sesama.

It has the power to make people perceive and feel one another’s reality and, in so doing, can help create empathy and compassion in a world that needs it more than ever“.

2. Menumbuhkan Empati dan Kesadaran Politik Masyarakat

Efek domino dari peran sebelumnya, adalah VR yang mampu menumbuhkan rasa empati dan kesadaran politik masyarakat. Mereka dapat mengetahui situasi sebenarnya terhadap proses dan dampak politik yang berlangsung.

Contoh nyata peran ini dapat dilihat melalui film dokumenter VR milik Clouds Over Sidra. Film dokumenter VR yang dijalankan ini bertujuan untuk membangkitkan empati pada pengungsi Suriah beberapa tahun lalu. Film ini berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan hingga $3.2 miliar.

3. Bisa Digunakan untuk Pemungutan Suara

Ya, terdengar cukup gila, tapi inilah faktanya. Konsep VR untuk pemungutan suara sendiri telah diteliti oleh ZHAW Zurich University of Applied Science.

Penelitian itu membawa kita pada kesimpulan bahwa pemungutan suara yang disajikan dalam VR memang memiliki efek penguatan positif terhadap hasil pemungutan suara dibandingkan dengan membaca informasi serupa dalam format teks.

Kendala yang Harus Dihadapi

Terdapat 2 kendala besar yang harus siap dihadapi dari penerapan Virtual Reality untuk bidang politik. 2 kendala tersebut adalah;

  • Keamanan siber dan privasi.
  • Proses pembiayaan atau modal yang diperlukan sangat besar.

Virtual reality adalah teknologi terbarukan yang ruang lingkupnya dapat merambat ke berbagai aspek, termasuk politik. VR untuk politik, bukan tidak mungkin akan jadi cara ampuh untuk masyarakat pantau pejabat politisi secara real-time

Ahmad Zankie, CEO Arutala

Apabila kamu berminat untuk mendapatkan mitra terbaik di dalam untuk pengembangan VR, hubungi saja Arutala.id.

Baca Juga: Jenis Jenis Industri yang Memanfaatkan VR

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow @arutalaid. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.