Bisakah Virtual Reality Digunakan untuk Pertanian Ini Jawaban Lengkapnya!

Bisakah Virtual Reality Digunakan untuk Pertanian? Ini Jawaban Lengkapnya!

Bisakah Virtual Reality Digunakan untuk Pertanian Ini Jawaban Lengkapnya!

Virtual Reality untuk PertanianVirtual Reality adalah salah satu teknologi terbarukan yang memungkinkan kita untuk dapat melakukan interaksi satu sama lain dalam dunia virtual 3D.

Teknologi ini akan merubah tampilan kita terlebih dahulu menjadi 3D Avatar yang dapat dikustomisasi.

Di dalamnya kita bisa melakukan apa saja tanpa perlu khawatir akan batasan ruang gerak dan waktu.

Konsep teknologi ini sendiri telah ditemukan pada tahun 1986 silam. Nama Ivan Sutherland muncul sebagai pioneer pertama di bidang pengembangan dunia virtual. Idenya dalam bentuk produk head-mounted display lah yang menjadi cikal bakal teknologi ini.

Hingga sekarang, teknologi ini telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang penting kehidupan manusia. Dimulai dari hiburan, pendidikan, kesehatan, pengembangan dunia industri, retail & logistik, marketing dan lain-lain

Bahkan teknologi ini dapat digunakan juga untuk optimasi lahan pertanian. Bagaimana caranya?. Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang peran virtual reality untuk pertanian.

Peran Virtual Reality untuk Pertanian

1. Pelatihan Imersif

Peran pertama yang dimiliki oleh virtual reality untuk pertanian adalah mampu menekan biaya pelatihan seminimalkan mungkin. Melalui virtual reality atau biasa disebut juga dengan VR, biaya pelatihan akan jauh lebih murah.

Hal ini wajar mengingat dengan VR, peserta pelatihan dapat dengan mudah mempelajari materi pertanian tanpa harus datang ke lapangan langsung. Selain itu, pemilik perusahaan pertanian tidak perlu khawatir akan masalah yang mungkin ditimbulkan selama pelatihan offline.

Yang dengan masalah tersebut bisa saja merusak lahan atau tanaman yang sudah ada.

Selain itu, menggunakan VR juga akan membantu peserta pelatihan terhindar dari resiko kecelakaan kerja. Mereka dapat terhindar dari resiko kegagalan fungsi mesin ataupun cedera.

Yang paling asik tentu saja adalah peserta pelatihan dapat belajar bagaimana cara bertani yang baik selayaknya bermain game.

Pelatihan virtual memungkinkan kita untuk mengoptimalkan sebuah solusi untuk tiap masalah. Mereka dapat melakukan berbagai eksperimen pengolahan lahan baik itu untuk pra tanam atau pasca panen.

Kemampuan mereka dalam mengambil keputusan yang tepat dapat terasah dengan baik tanpa perlu khawatir akan resiko kegagalan yang diterima. Bahkan, saat peserta pelatihan gagal, ia dapat mengakses tombol restart untuk bisa belajar dari kesalahan.

Sesuatu yang tidak mungkin didapatkan dari pelatihan tani dunia nyata. Menggunakan virtual reality untuk proses pelatihan ini akan mengurangi ruang untuk alat peraga. Di mana semua alat peraga yang ada bisa diakses dalam dunia virtual.

2. Pengawasan dan Pengelolaan Lebih Baik

Lalu, apakah peran VR untuk pertanian hanya sebatas untuk pelatihan saja?. Jawabannya, jelas bukan hanya untuk itu saja. VR untuk pertanian juga dapat digunakan untuk proses pengelolaan tanaman yang lebih baik.

Di mana petani dapat lebih siap menghadapi cuaca buruk, hama, dan penyakit. Melalui sistem VR, petani bisa mendapatkan gambaran yang sempurna tentang kondisi kekeringan. Melalui itu petani jadi punya perencanaan yang matang untuk menghadapinya.

3. Memudahkan Proses Analisis Data

Selanjutnya adalah memudahkan proses analisis data. VR bersamaan dengan teknologi smart farming lainnya seperti drone, FMS, smart greenhouse akan memudahkan petani mendapatkan data-data tanaman apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Contoh Teknologi Smart Farming yang Sering Dijumpai

Mereka dapat menggunakannya untuk dasar pengambilan keputusan yang tepat, dan denganya sumber daya yang dimiliki jadi lebih optimal digunakan.

4. Memudahkan Proses Kolaborasi dengan Petani Lain atau Komunitas

Keempat adalah memudahkan petani untuk melakukan kolaborasi antar sesamanya atau komunitas. Hal ini penting dilakukan karena dengan adanya persatuan petani yang kuat, bisa membantu mereka untuk tetap optimis menghadapi masa-masa sulit, seperti gagal panen atau kemarau panjang.

Mereka bahkan dapat melakukannya dengan petani yang berbeda pulau dan sistemnya real-time. Tentunya bukan hanya melakukan komunikasi biasa layaknya di aplikasi media sosial WhatsApp, tapi juga langsung dapat saling memberikan solusi masalah pertanian satu sama lain.

5. Meningkatkan Potensi Wisata Tani

Yang terakhir adalah membantu meningkatkan potensi wisata tani yang dimiliki. Ya, dengan menggunakan virtual reality, pengunjung tidak perlu lagi merasa capai atau panas ketika mengunjungi lahan pertanian. Mereka dapat melakukannya hanya dari rumah.

Plus, para petani pun dapat memasarkan hasil panennya dengan mudah kepada calon investor. Mereka tidak perlu lagi harus pergi ke kota berhari-hari sambil membawa hasil panen mereka.

Inilah 5 peran virtual reality untuk pertanian.

Ahmad Zankie, CEO daripada Arutala mengatakan

“Virtual reality bisa menjadi kunci penting untuk smart farming, teknologi ini bersamaan dengan IoT dan juga Ai akan sangat membantu petani dalam upaya peningkatan hasil panen yang berkualitas”.

Ahmad Zankie, CEO Arutala.

Apabila Sobat Arunews berminat untuk mendapatkan Jasa Pembuatan Virtual Reality Profesional, hubungi Arutala.id.

Baca Juga: 5 Aplikasi Virtual Reality Terbaik

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual reality di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow ARUTALA. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.