Melihat Lebih Dekat Peran VR Pada Tren Teknologi Pendidikan

Melihat Lebih Dekat Peran VR Pada Tren Teknologi Pendidikan

Melihat Lebih Dekat Peran VR Pada Tren Teknologi Pendidikan

Tren Teknologi Pendidikan – Pendidikan adalah hal penting yang harus didapatkan suatu negara untuk dapat maju dan hidup sejahtera. Melalui pendidikan, suatu negara dapat dengan mudah mengatur tatanan negara karena sumber daya manusianya yang berkualitas. Ya, pendidikan berkualitas adalah salah satu indikasi penting dari status negara maju.

Tidak heran jika negara-negara seperti Amerika, Inggris, Jerman, Finlandia, Belanda, Selandia Baru, dan lain-lain, memiliki fokus yang tinggi terhadap dunia penelitian. Terlepas dari keputusan politik negara maju tersebut masing-masing, kualitas pendidikan yang tinggi hampir selaras dengan tingkat kebahagiaan rakyat yang juga tinggi.

Hal yang sama juga berlaku untuk tingkat kualitas pendidikan rendah dengan tingkat ketidakbahagian rakyat yang juga rendah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di negara maju begitu jomplang dengan kualitas pendidikan di negara berkembang.

Salah satu alasannya adalah negara maju selalu memberikan ruang untuk teknologi dapat bersinergi dengan dunia pendidikan. Bahkan, bukan hanya sekedar memberikan ruang, pemerintah setempat aktif membantu proses teknologi pendidikan dapat berjalan lancar.

Di dalam proses teknologi pendidikan itu sendiri terdapat banyak jenis teknologi yang dapat digunakan. Salah satunya adalah virtual reality. Ya, virtual reality adalah teknologi terbarukan yang memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan interaksi satu sama lain dalam dunia simulasi 3D.

Pandemi Covid-19 Menjadi Pertanda Awal VR untuk Tren Teknologi Pendidikan Masa Depan

Pengguna di dalamnya tidak perlu khawatir soal batasan ruang dan waktu. Hal inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh suatu negara untuk dapat menyelenggarakan sistem pendidikan yang berimbang.

Dari satu daerah ke daerah lainnya, terlebih di masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19 lalu. Seperti yang kita ketahui bersama, sistem pendidikan di seluruh di negara sempat terganggu karena adanya pandemi Covid-19 ini, tidak terkecuali dengan Indonesia.

Ada hikmah besar di balik datangnya Covid-19 ini, yakni sistem pendidikan Indonesia yang masih gagap dengan proses Pembelajaran Jarak Jauh. Ada banyak poin penting yang menyebabkan hal ini terjadi, beberapa di antaranya adalah;

  • Proses regenerasi guru dari generasi X atau bahkan baby boomers ke generasi yang lebih melek teknologi berjalan lambat.
  • Kurangnya fasilitas internet yang memadai baik itu untuk tenaga pengajar maupun pelajar itu sendiri.
  • Karena tidak terbiasa dengan PJJ, proses transfer pemahaman materi dari tenaga pengajar ke pelajar berlangsung monoton. Benar-benar mengandalkan koneksi aplikasi meeting saja yakni Zoom ataupun Google Meets.
  • Proses penyampaian materi yang monoton ini tentunya berimbas pada tingkat keterlibatan pelajar yang rendah.

Ya, bisa dibilang bahwa sistem pendidikan Indonesia gelagapan dengan situasi yang ada saat itu. Memang benar bahwa Indonesia saat itu memberikan banyak program sebagai solusi agar sistem pendidikan terus berlanjut.

Sebut saja program dengan TVRI di mana saluran televisi tersebut menyiarkan siaran acara Belajar dari Rumah. Dari siaran tersebut terdapat banyak materi pembelajaran khusus bagi siswa SD, SMP, SMA, umum dan parenting.

BUMN lainnya seperti Telkomsel juga ikut memberikan bantuan berupa Bantuan Kuota Data Internet. Mereka ikut serta dalam program Merdeka Belajar Jarak Jauh dengan menghadirkan kartu perdana khusus dengan paket belajar 10 GB dan kuota renewal 11 GB hanya senilai Rp. 5.000.

Tapi fakta di lapangan tidak dapat dipungkiri begitu saja. Pemerintah Indonesia dan instansi terkait harus banyak mengambil hikmah dari peristiwa pandemi Covid-19 lalu.

Manfaat Virtual Reality untuk Pendidikan Masa Depan

Diharapkan, terdapat kebijakan baru yang dapat mengatur sistem pendidikan tetap berjalan dengan lancar dan menarik.

Salah satu fasilitas teknologi yang dapat diandalkan untuk itu adalah virtual reality. Ya, secara garis besar virtual reality adalah jawaban sempurna untuk immersive learning.

Dilansir dari Strivr, immersive learning adalah metode pembelajaran berdasarkan pengalaman yang dirasakan melalui skenario dunia virtual reality.

Metode ini mampu menggabungkan teori pendidikan dan praktek sekaligus. Pada akhirnya efektivitas proses belajar mengajar dan keterlibatan pelajar jadi lebih meningkat.

Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pendidikan Direktorat, Ditjen Aptika, Dikki Rukmana bahkan mengatakan, bahwa immersive learning perlu benar-benar dimaksimalkan oleh guru dan tenaga pendidik.

Dalam sebuah acara Kick Off Transformasi Digital Sektor Pendidikan di Bali, Mei tahun lalu ia mengatakan;

“Kita harus memanfaatkan tren-tren teknologi yang ada untuk membuat konten-konten yang nantinya akan mendukung proses belajar-mengajar”.

Pandemi Covid-19 telah berlalu, dari sana kita bisa belajar banyak hal dan dapat menjadikannya sebagai pengalaman berharga. Salah satunya adalah belajar bagaimana caranya tetap menghadirkan sistem pembelajaran yang menarik meski di kala genting sekalipun.

Ahmad Zankie, CEO Arutala.

Inilah penjelasan lengkap tentang tren teknologi pendidikan dengan VR.

Apabila Sobat Arunews berminat untuk mendapatkan Jasa Pembuatan Virtual Reality Profesional, hubungi Arutala.id.

Baca Juga: Tips Menjalankan Bisnis Digital dengan VR

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual reality di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow ARUTALA. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.