Sejarah Singkat Virtual Reality yang Gak Banyak Orang Tahu!

Sejarah Singkat Virtual Reality yang Gak Banyak Orang Tahu!

Sejarah Singkat Virtual Reality yang Gak Banyak Orang Tahu!

Sejarah Singkat Virtual Reality – Virtual reality adalah salah satu teknologi terbarukan yang sekarang ini banyak digunakan untuk proses otomatisasi pekerjaan di era revolusi industri 4.0.

Teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan interaksi satu sama lain dalam dunia simulasi 3D. Melalui dunia simulasi 3D tersebut, kita bisa melakukan apa saja tanpa perlu takut akan adanya batasan ruang dan waktu.

Penerapan teknologi virtual reality di kehidupan kita sendiri, sangat mudah ditemukan pada banyak industri penting kehidupan manusia. Sebut saja dari industri pendidikan, hiburan, desain manufaktur, konstruksi bangunan, kesehatan, peternakan dan pertanian, marketing, dan lain-lain.

Secara garis besar, virtual reality mampu memberikan pengalaman imersif bagi pengguna ke level yang berbeda.

Melalui virtual reality, proses pendidikan yang dilakukan jadi lebih hidup, di mana tingkat keterlibatan dan kepercayaan diri dari pelajar bisa meningkat. Melalui virtual reality, seseorang dapat merasakan bagaimana rasanya bertarung dengan bos terakhir di game favorit secara langsung.

Dan melalui virtual reality pula, kita bisa dengan mudah melakukan desain kerangka mobil bersama dengan tim tanpa harus pergi ke lab kantor bersama-sama. Ya, virtual reality benar-benar dapat membantu proses bisnis di tiap jenis industri berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

Lantas mengapa virtual reality bisa begitu se-powerful ini?.

Jawaban pertanyaan ini sebenarnya bisa didapatkan apabila kita telah mempelajari setidaknya sejarah singkat dari virtual reality. Ya, teknologi ini berawal dari ide head-mounted display milik Ivan Sutherland di tahun 1963.

Tapi, jauh sebelum itu, kisah sebenarnya dari konsep virtual reality ini telah ditemukan, bahkan dari tahun 1929. Penasaran seperti apa kisahnya?. Simak baik-baik artikel ini ya!.

Sejarah Singkat Virtual Reality

Didapatkan dari buku Yudho Tudhanto berjudul Panduan Mahir Pengantar Teknologi Informasi (2017), sejarah virtual reality sebenarnya dimulai dari tahun 1957.

Saat itu, konsep virtual reality mulai terlihat dari penemuan sensorama oleh Morton Heilig. Sensorama sendiri adalah teknologi simulator yang bekerja berdasarkan rangsangan visual, getaran, dan juga bau.

Saat itu ia menciptakan sistem simulasi film pendek berjudul “Motorcycle, Belly Dancer, Helicopter, A Date with Sabrina, dan I’m a Coca Cola Bottle!”. Melalui perangsang sensor yang ia diciptakan inilah, objek di dalam film seolah-olah dapat melakukan interaksi dengan penonton.

Ya, konsep awal dari virtual reality tidak jauh-jauh dari sistem mesin simulator. Bahkan jauh sebelum nama Morton Heilig ini muncul, telah ada nama Edward Link. Beliaulah pencipta simulator pertama di dunia, terkhususnya untuk penerbangan komersial.

Mesin simulator tersebut dapat dikendalikan melalui motor yang terhubung dengan kemudi dan kolom kemudi.

3 tahun setelah penemuan besarnya terhadap sensorama, Morton Heilig kembali “berulah” dengan teknologi baru ciptaan-nya saat itu yakni Telesphere Mask. Telesphere Mask kemudian menjadi contoh pertama dari ide Head Mounted Display (HMD).

Telesphere Mask ini diciptakan untuk dapat melibatkan film tanpa interaksi sensor gerak. Headset ini memiliki stereoscopic 3D dan suara stereo yang besar.

Selanjutnya di tahun 1961, Comeau dan Bryan dari Philco Corporation berhasil mengembangkan precursor pertama untuk HMD. Alat ini bekerja sama dengan video screen untuk setiap mata dan magnetic motion tracking systems yang terhubung dengan sirkuit kamera.

2 tahun setelahnya, barulah Ivan Sutherland dan muridnya Bob Sproull menciptakan HMD yang terhubung ke komputer dan kamera. Meskipun perangkat HMD ini secara ukuran gagal, karena tidak membuat pengguna nyaman dengan beratnya.

Tapi, konsep HMD dari merekalah yang dinilai oleh banyak ahli, sebagai yang paling matang.

Istilah Virtual Reality

Mengenal Lebih Dekat Sosok Jaron Lanier
Sumber: Calcalistech.com

Penelitian virtual reality terus berlanjut hingga di tahun 1969, Myron Krueger berhasil kembangkan lingkungan computer-generated yang dapat berikan respon kepada pengguna di dalamnya. Proyek ini diberi nama Glowflow, Metaplat, dan Psychic space.

Teknologi ini dapat  membantu orang-orang untuk berkomunikasi satu sama lain dalam lingkungan yang diciptakan komputer walau terpisah jarak yang jauh.

Setelah mengetahui sejarah singkat dari virtual reality ini, mungkin kebanyakan dari kalian akan bertanya. Bertanya tentang mengapa teknologi ini disebut virtual reality, dan bukan artificial reality?.

Jawabanya ada pada sosok Jaron Lanier. Ialah yang mempopulerkan konsep teknologi ini dengan nama virtual reality kepada seluruh dunia.

Ia mendapatkan istilah virtual reality ini dari proyeknya saat di The Visual Programming Lab. Hingga sekarang, istilah inilah yang digunakan untuk menggambarkan konsep teknologi realitas visual.

Lalu untuk jawaban mengapa virtual reality begitu powerful dilihat dari sejarah singkatnya adalah karena;

Virtual reality adalah teknologi terbarukan yang tiap proses pengembangannya dilakukan secara penuh perencanaan dan matang. Teknologi ini telah memiliki sistem konsep dasar teknologi yang begitu kokoh namun fleksibel.

Ahmad Zankie, CEO Arutala.

Inilah penjelasan lengkap tentang sejarah singkat virtual reality.
Apabila kamu berminat untuk mendapatkan mitra terbaik di dalam untuk pengembangan VR, hubungi saja Arutala.id.

Baca Juga: Manfaat Besar Extended Reality untuk Bisnis

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow @arutalaid. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.