Perbedaan Web3 dan Metaverse Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis

Perbedaan Web3 dan Metaverse: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

Perbedaan Web3 dan Metaverse Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis

Perbedaan Web3 dan Metaverse Teknologi semakin canggih dari hari ke hari. Hal itu dapat terlihat dengan jelas melalui perkembangan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang mampu membantu kita tingkatkan produktivitas kerja. Hadirnya Chat GPT pada akhir tahun 2022 lalu, memang telah banyak menghiasi tahun 2023 ini dengan teknologi serba AI.

Bisa dibilang bahwa 2023 adalah tahun di mana banyak developer IT mengalami demam AI.

Tapi tahukah kamu, sejatinya bukan hanya teknologi AI saja yang mampu mencuri perhatian Tech Enthusiast sepanjang tahun 2023 ini. Ada 2 teknologi lain yang sama-sama sukses mencuri perhatian Tech Enthusiast. Meskipun tidak sebesar teknologi AI, kedua teknologi ini mampu membantu manusia untuk lebih mudah melakukan transaksi keuangan digital lebih fleksibel.

Kedua teknologi yang dimaksud adalah Web3 dan Metaverse. Kedua teknologi ini memiliki ranah yang berbeda, tetapi masih banyak di antara pemula yang menganggap bahwa kedua ini teknologi ini sama persis.

Nah, untuk membantu pemula lebih mudah memahami perbedaan antara Web3 dan Metaverse, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. Dimulai dari;

Pengertian Web3 dan Metaverse

Kita mulai dari pengertian Web3 terlebih dahulu. Web3 adalah sebutan untuk generasi ketiga teknologi website. Teknologi website generasi ini sudah terdesentralisasi dan dibangun di atas blockchain.

Website generasi ketiga sudah menggunakan protokol blockchain, teknologi yang digunakan untuk transaksi cryptocurrency. Pembayaran atau aktivitas jual beli dapat dilakukan dengan cepat dengan jaringan peer-to-peer.

Web3 sendiri memiliki 3 karakteristik khusus, 3 karakteristik tersebut adalah;

  • Desentralisasi.
  • Tak berizin
  • Tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Sedangkan metaverse adalah teknologi jaringan yang memungkinkan kita untuk masuk ke dalam dunia virtual 3D dan melakukan interaksi layaknya di dunia nyata sebagai avatar. Konsep teknologi ini pertama kali muncul pada novel fiksi berjudul Snow Crash di tahun 1992 oleh Neal Stephenson.

Teknologi ini bisa dibilang adalah hasil dari pencampuran sempurna teknologi virtual reality dan juga augmented reality. Untuk sekarang, teknologi ini tengah menjadi pusat pengembangan Mark Zuckerberg, CEO daripada perusahaan media sosial terbesar di dunia, Meta Platforms. Inc.

Kesamaan

Dari pengertian yang ada, kita sudah dapat mengetahui perbedaan jelas antara keduanya. Tapi mengapa orang-orang masih salah kaprah untuk poin penting ini?.

Jawabannya adalah karena kedua teknologi ini memiliki kesamaan pada faktor pendampingnya. Di mana Web3 dan juga metaverse sama-sama dikreasikan dari teknologi Semantic Web. Kedua teknologi ini juga sama-sama didukung oleh Artificial Intelligence.

Poin lain mengapa kedua teknologi ini sering dianggap sama, adalah karena kedua teknologi mendukung dengan baik sistem terdesentralisasi, blockchain.

Perbedaan

Nah, sampai juga kita pada inti artikel ini. Perbedaan Web3 dan metaverse dapat kita lihat pada berbagai apsek. Dimulai aspek;

  • Akses, di mana mereka yang ingin mengakses metaverse bisa melakukannya via bantuan teknologi Web3. Tapi, untuk pengguna yang ingin terhubung ke Web3 tidak perlu memerlukan bantuan metaverse.
  • Web3 menggunakan kepemilikan dan kontrol yang bersifat desentralisasi. Penggunaan internet sepenuhnya berada pada tangan pengguna. Sedangkan metaverse tidak, karena diakses secara bersamaan dengan pengguna lain.
  • Teknologi metaverse mampu menghadirkan dunia yang lebih atraktif dan interaktif ketimbang Web3.
  • Web3 dibangun berdasarkan cryptocurrency dan teknologi blockchain. Sedangkan metaverse tidak sama sekali. Metaverse menggunakan augmented reality, virtual reality, dan mata uang digital.
  • Web3 banyak digunakan untuk keperluan riset pengelolaan internet yang baik. Sedangkan metaverse lebih fokus pada dunia hiburan, contoh saja dunia game, dan media sosial. Meskipun metaverse juga sering digunakan untuk keperluan di industri lain, tapi penggunaan metaverse di industri entertainment lebih mendominasi.

Inilah penjelasan lengkap tentang perbedaan Web3 dan Metaverse.

Untuk pertanyaan manakah yang lebih baik untuk bisnis. Sekali lagi ini bergantung pada kebutuhan bisnismu sendiri. Jika ingin mengembangkan bisnis yang fokus pada sistem blockchain, Web3 adalah jawabannya. Jika ingin menjalankan bisnis untuk segmen yang lebih luas, tetapi juga bisa masuk ranah blockchain, metaverse bisa jadi andalan.

Apabila Sobat Arunews berminat untuk mendapatkan Jasa Pembuatan Virtual Reality Profesional, hubungi Arutala.id.

Baca Juga: Prediksi Virtual Reality di Tahun Depan

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual reality di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow ARUTALA. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.