5 Manfaat AR untuk Industri Manufaktur, Apa Saja Ya

5 Manfaat AR untuk Industri Manufaktur, Apa Saja Ya?

5 Manfaat AR untuk Industri Manufaktur, Apa Saja Ya

Manfaat AR untuk Industri ManufakturAugmented reality adalah teknologi yang pertama kali diciptakan oleh Morton Heilig. Teknologi ini pertama kali beliau ciptakan pada periode tahun 1957 – 1962. Teknologi ini ia temukan dari sebuah mesin simulator yang disebut dengan sensorama visual, getaran dan juga bau.

Meskipun telah ditemukan konsepnya oleh Morton Heilig sejak tahun 1962, faktanya istilah daripada Augmented Reality ini baru populer di tahun 1990, tepatnya dari 2 orang jenius bernama Tim Caudell dan David Mizell. Saat itu mereka mengembangkan augmented reality atau akrab disingkat dengan AR sebagai medium untuk membantu pekerja pabrik dalam membangun pesawat terbang.

AR sendiri sebuah teknologi virtual yang memungkinkan kita untuk dapat menampilkan objek 3D ke dalam dunia nyata. Teknologi seperti ini sebenarnya sudah cukup sering hadir dalam kehidupan sehari-hari kita. Contoh yang paling kentara tentu saja adalah adalah kehadiran AR sebagai filter di media sosial. Baik itu di Facebook, Instagram, TikTok dan lain-lain.

Tapi, apakah AR hanya digunakan sebagai filter media sosial saja?. Tentu saja tidak ya, karena faktanya AR telah banyak diterapkan di berbagai bidang industri penting kehidupan manusia. Dimulai dari industri pendidikan, marketing, kesehatan, game dan entertainment, government, konstruksi bangunan, dan juga pastinya manufaktur.

AR memiliki peran vital untuk setiap jenis bidang industri. AR mampu memberikan warna baru untuk setiap industri menghadirkan visualisasi data yang lebih menarik dan mudah dipahami daripada sebelumnya.

Nah, di dalam artikel ini, mimin akan membahas lebih jauh tentang kebermanfaatan AR dalam industri manufaktur. Penasaran seperti apa saja manfaat AR untuk industri manufaktur?. Simak baik-baik artikel ini ya!.

5 Manfaat AR untuk Industri Manufaktur

1. Membantu Proses Pelatihan Karyawan Lebih Menarik

Manfaat yang pertama adalah AR yang mampu membantu proses pelatihan karyawan jadi lebih menarik daripada sebelumnya. AR membantu karyawan perusahaan untuk bisa mendapatkan simulasi aktivitas kehidupan nyata dalam lingkungan yang semi-virtual.

Proses pelatihan yang dilakukan sarat akan nilai immersive learning. Sebuah metode pembelajaran yang memfokuskan peserta untuk mendapatkan pengalaman keterlibatan yang mendalam. Metode pembelajaran seperti ini biasanya dilakukan dengan melibatkan teknologi canggih, dan salah satunya adalah AR.

Visualisasi data berbentuk model 3D dan hologram manufaktur tentunya akan mempermudah karyawan untuk memahami alur kerja manufaktur yang realistis.

2. Memudahkan Proses Monitoring

Manfaat yang kedua dari AR untuk industri manufaktur adalah memudahkan perusahaan untuk melakukan proses monitoring lebih baik lagi. Pekerja industri yang mengenakan salah satu fasilitas untuk akses AR, seperti kacamata AR akan dapat melihat simulasi desain produk dari segala sisi.

Simulasi seperti ini akan membantu karyawan untuk tetap menyelaraskan desain real product sesuai dengan rancangan yang ada. Ditambah lagi simulasi desain produk tersebut dapat diakses bersama dalam program kolaborasi tim. Proses kolaborasi tim yang dipermudah ini tentunya akan meminimalisir kecacatan dalam proses rancangan dan desain akhir produk.

Belum lagi fakta AR dapat diintegrasikan dengan baik bersamaan dengan teknologi Internet of Things.

3. Proses Desain Produk yang Lebih Fleksibel

Menegaskan kembali manfaat AR dari manfaat sebelumnya, adalah proses desain produk yang semakin mudah dan fleksibel. Kemampuan AR dalam menampilkan informasi berbentuk 3D, tentunya akan memudahkan desainer untuk saling melakukan interaksi desain rancangan tanpa perlu takut merusak desain rancangan tersebut. Penggunaan AR untuk proses desain sendiri memang telah menjadi tren di kalangan industri manufaktur.

Contoh saja Honda yang menggunakan AR untuk meningkatkan daya tarik produk masa depannya, yakni Honda Prologue 2024. Aplikasi AR yang digunakan mampu memungkinkan tenaga pekerja untuk mengakses pedoman manufaktur dari mana saja dalam bentuk informasi yang jauh lebih interaktif.

4. Menjadikan Proses Logistik Lebih Efektif dan Efisien

Berikutnya adalah AR yang mampu membantu proses logistik produk lebih efektif dan efisien. Pekerja terutama yang berada di area gudang dapat menemukan dan memilih barang yang tepat untuk masuk ke dalam proses pendistribusian atau tidak. Mereka dapat dengan mudah memindai data dan mengunggahnya langsung ke dalam database data warehouse

Tentunya pembaca setia blog Arutala masih ingat dengan AR dari MIT yang dilengkapi dengan X-Ray bukan?. Kacamata AR dari MIT ini menjadi contoh nyata kegunaan AR dalam bidang manufaktur terutama untuk urusan logistik.

5. Pelayanan Jarak Jauh

Yang terakhir, adalah AR yang dapat membantu proses marketing dari industri manufaktur, lebih luwes dan interaktif. Bahkan AR dapat menghubungkan langsung antara pelanggan dengan teknisi.

Penggunaan AR untuk industri manufaktur juga akan memudahkan mereka dalam proses promosi. Di mana mereka tidak perlu lagi memerlukan ruang yang besar untuk melakukan kegiatan pameran. Mereka tidak perlu susah payah membawa produk prototipe mereka kepada target audience.

Inilah penjelasan lengkap tentang manfaat AR untuk industri manufaktur.

Baca Juga: Manfaat Virtual Reality untuk Bisnis Modern

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual reality di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow ARUTALA. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.