Inilah Kelebihan & Kekurangan Mall Virtual yang Harus Kamu Ketahui!

Inilah Kelebihan & Kekurangan Mall Virtual yang Harus Kamu Ketahui!

Inilah Kelebihan & Kekurangan Mall Virtual yang Harus Kamu Ketahui!

Kelebihan Kekurangan Mall VirtualVirtual reality adalah teknologi terbarukan yang memudahkan penggunanya untuk dapat melakukan interaksi satu sama lain di dalam dunia simulasi 3D. Teknologi ini tidak pernah membatasi penggunanya akan poin ruang dan waktu.

Karena kemampuan itulah, virtual reality banyak diterapkan pada berbagai bidang penting industri kehidupan manusia. Salah satunya adalah bidang pengembangan teknologi metaverse. Sebuah teknologi yang sekarang sedang menjadi fokus penelitian Mark Zuckerberg bersama dengan perusahaannya, Meta Platforms. inc.

Di sini, mungkin banyak dari kita yang menganggap bahwa virtual reality dan metaverse adalah 2 hal yang sama. Padahal sejatinya tidak. Virtual reality hanyalah salah satu metode dan alat untuk kita dapat merasakan realitas di dunia 3D. Sedangkan metaverse adalah keseluruhan dari lingkungan digital yang ada.

Dari sini, kita dapat memahami bahwa virtual reality adalah salah satu fundamental penting di dalam metaverse. VR digunakan sebagai perantara untuk kita dapat terhubung ke metaverse.

Teknologi ini sendiri sebenarnya telah dikembangkan jauh sebelum Mark Zuckerberg memulainya. Lebih tepatnya dimulai dari tahun 1992 dari konsep novel fiksi Neal Stephenson berjudul Snow Crash.

Saat itu, pengembangan metaverse memang lebih banyak ditujukan untuk industri hiburan dan game. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, dan seiring dengan banyaknya permintaan pasar, penerapan metaverse mulai bercabang ke industri lain. Salah satunya adalah industri mall.

Ya, saat ini kita telah mengenal istilah mall virtual.

Apa itu mall virtual?. Apa saja kelebihan dan kekurangannya?. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya, simak baik-baik ya!.

Kelebihan Mall Virtual

Sesuai dengan namanya, mall virtual adalah mall yang berbentuk 3D dan dapat diakses melalui media internet. Pelanggan dapat melakukan transaksi jual beli tanpa harus mengunjungi mall langsung.

Didapatkan dari Ediiie.com, diperkirakan bahwa perkembangan mall virtual dalam konsep metaverse akan tumbuh hingga $280 miliar pada tahun 2030. Hal ini wajar terjadi, mengingat pengalaman ritel yang didapatkan jauh lebih menarik.

1. Pengalaman Belanja untuk Sesama

Penjelasan di atas sebenarnya sudah memberikan kita sedikit gambaran mengenai kelebihan mall virtual. Pengalaman belanja yang unik ini bahkan bukan hanya akan dirasakan oleh kita, tapi dapat juga dirasakan oleh teman-teman kita penyandang disabilitas.

2. Personalisasi Produk

Kelebihan yang kedua adalah memudahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi produk yang sudah dipersonalisasi. Mereka bisa mendapatkan informasi produk tersebut sesuai dengan preferensi dan perilaku mereka.

3. Dapat Terintegrasi dengan Berbagai Teknologi Canggih

Ketiga adalah mall virtual yang dapat terintegrasi mudah dengan berbagai teknologi canggih lainnya. Terutama teknologi AI dan juga sistem blockchain. Melalui proses integrasi ini juga perusahaanmu dapat dengan mudah melakukan showroom virtual.

4. Mengurangi Biaya dan Meningkatkan Pendapatan

Terakhir adalah mall virtual yang mampu mengurangi biaya umumnya pada industri retail. Melalui mall virtual ini juga, pebisnis juga bisa meningkatkan keuntungannya dari toko pihak ketiga yang ingin bergabung di dalam mall virtual. Pebisnis tidak perlu khawatir lagi akan ruang inventaris yang terbatas.

Kekurangan Mall Virtual

Sama seperti inovasi terbarukan lainnya, mall virtual bukanlah konsep tanpa cela sedikitpun. Ada berbagai kekurangan mall virtual yang harus siap kita hadapi sebagai tantangan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa kekurangan mall virtual, dimulai dari;

1. Proses Riset Audience yang Butuh Waktu Lama

Metaverse bukanlah teknologi yang mudah diakses oleh banyak orang. Teknologi ini membutuhkan perangkat canggih yang harganya tidak murah. Oleh sebab itu, diperlukan proses riset yang mendalam terkait audience bisnis yang ingin ditargetkan.

2. Kepercayaan akan Produk

Masalah klasik, tapi inilah faktanya. Karena berbentuk 3D dan pelanggan hanya bisa merabanya dari dunia simulasi, kepercayaan akan produk perlahan bisa luntur. Kekurangan ini dapat kita perkuat dengan adanya proses evaluasi sensorik yang tepat guna.

Di mana pelanggan bisa merasakan dan melihat sesuatu seolah-olah memang berada di tangan aslinya.

3. Keamanan Virtual

Setiap teknologi pastinya memiliki celah untuk hacker dapat membobolnya, tidak terkecuali dengan mall virtual. Oleh sebab itu, stakeholder mall virtual harus memperingatkan pengguna akan pentingnya masalah keamanan. Perkara ini dapat diterapkan melalui keterangan di petunjuk mall virtual.

Inilah penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan mall virtual.

Apabila Sobat Arunews berminat untuk mendapatkan Jasa Pembuatan Virtual Reality Profesional, hubungi Arutala.id.

Baca Juga: Tren Teknologi Pendidikan dengan Virtual Reality

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual reality di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow ARUTALA. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.