Jenis-Jenis Industri yang Menggunakan Virtual Reality

Jenis-Jenis Industri yang Menggunakan Virtual Reality

Jenis-Jenis Industri yang Menggunakan Virtual Reality

Jenis-Jenis Industri Virtual RealityVirtual reality adalah salah satu dari sekian banyak teknologi terbarukan yang sekarang ini diterapkan dalam revolusi industri 4.0. Hal ini wajar mengingat virtual reality atau biasa disingkat VR mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan.

Terutama yang berkaitan dengan poin penting seperti jarak dan waktu. Ya, melalui VR kita dapat melakukan kolaborasi bersama dengan tim dalam dunia simulasi tanpa perlu khawatir batasan ruang dan waktu.

Sejak dikembangkan pertama kali dari ide head-mounted display milik Ivan Sutherland. Teknologi ini semakin mempertegas keberadaannya dalam dunia industri. Pemain besar seperti Metaverse menjadi ujung tombak utama penerapan teknologi VR ini dalam dunia industri.

Baca Juga: Prediksi Virtual Reality di Tahun 2024

Hingga sekarang, kita telah sangat akrab dengan berbagai penerapan VR di berbagai bidang industri. Bukan hanya sebagai pelengkap tools teknologi saja, VR juga mampu memberikan peran penting nan signifikan di dalam berbagai bidang industri tersebut.

Beberapa di antaranya akan dibahas lengkap di dalam artikel ini, jadi simak baik-baik ya!.

Jenis-Jenis Industri yang Menggunakan Virtual Reality

1. Pendidikan

Yang pertama industri pendidikan. Keberadaan VR dalam industri pendidikan mampu menjadikan proses yang ada di dalamnya, jauh lebih imersif.

Pelajar bisa mendapatkan pengalaman belajar yang jauh lebih menyenangkan dengan materi pembelajaran yang tidak monoton. Dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk elemen multimedia, mulai dari teks, audio, gambar, video, dan juga animasi.

Baca Juga: Bagaimana Peran Penting VR untuk Pendidikan Masa Depan

Tingkat keterlibatan pelajar selama dalam proses belajar-mengajar pun akan meningkat drastis. Penerapan VR di dalam industri pendidikan sendiri telah akrab kita temui.

Contoh saja produk bathing patient VR dari Arutala yang memudahkan mahasiswa kedokteran untuk belajar bagaimana cara memandikan pasien yang benar.

2. Olahraga

Yang kedua adalah industri olahraga. Ya, mirip dengan sebelumnya, VR juga mampu merubah wajah industri olahraga. Terutama tentang bagaimana cara penyajian acara olahraga tersebut dilangsungkan.

Melalui VR, penonton yang ada di rumah dapat merasakan bagaimana atmosfer pertandingan sepak bola di stadion. Mereka dapat menjelajah seisi stadion selama pertandingan berlangsung, dan bahkan melakukan interaksi sesama pengguna VR.

Konsep teknologi ini sendiri telah digunakan oleh perusahaan Big Screen VR yang memungkinkan penggunanya untuk menonton Super Bowl.

3. Seni

Berikutnya adalah industri seni. Apa yang membuat seni begitu menarik?. Satu dari sekian banyak jawaban tersebut adalah seni yang ditampilkan mampu memberikan nilai kehidupan.

Nah, melalui VR, kita bisa menjadikan seni tersebut “benar-benar hidup”. Kita dapat melakukan interaksi dengan seni tersebut seolah-olah seni tersebut adalah makhluk hidup yang sebenarnya.

Salah satu contoh nyata penerapan VR dalam industri seni ini, dapat dilihat melalui produk Arutala bernama Gamelan VR.

Gamelan adalah alat musik ansambel tradisional Jawa, Sunda, dan juga Bali. Memiliki tangga nada pentatonis dengan sistem tangga nada slendro dan pelog. Musik gamelan sendiri biasa ditemukan pada acara-acara Jawa, maupun pada hari-hari besar.

Konsep perdesaan memang lekat dengan musik ini. Tetapi, tidak banyak yang mengira bahwa bahwa musik ini dapat bersinergi baik dengan teknologi kekinian. Melalui Arutala, musik gamelan di Yogyakarta Gamelan Festival 26 terasa lebih modern.

Arutala sukses lakukan kolaborasi gamelan robot dengan Saron Groove dan Youngster Gamelan16 Yogyakarta.

4. Event dan Conference

Selanjutnya adalah industri event atau conference. Ya, ini berkaitan erat dengan fungsi utama VR yang mampu meniadakan jarak dan waktu antar pengguna.

Melalui VR, kita dapat melakukan kolaborasi tim dengan mudah meskipun terhalang jarak yang begitu jauh. Kita dapat melakukan kolaborasi tim ini sebagai avatar yang dikustomisasi agar penampilannya menyerupai kita di dunia nyata.

Dari Arutala, kita dapat melihat contoh nyatanya melalui produk Arumeet.

5. Kesehatan

Terakhir adalah bidang kesehatan. Salah satu peran VR untuk industri ini adalah mampu menjelaskan kondisi tubuh pasien dengan visualisasi data yang mudah dipahami.

Melalui tambahan teknologi CGI hyper-realistic, model virtual dapat ditampilkan secara real-time. Tenaga kesehatan dapat menggunakan model virtual tersebut untuk menjelaskan kondisi tubuh pasien.

Pasien jadi tidak harus datang ke klinik atau rumah sakit hanya untuk melihat hasil rekam medis yang ada. Data tersebut dapat diakses dari rumah dengan bentuk visualisasi yang lebih mudah dimengerti serta interaktif.

Inilah penjelasan tentang beberapa jenis-jenis industri yang menerapkan virtual reality.

Virtual reality adalah teknologi penting yang penelitiannya harus selalu dikembangkan setiap tahunnya. Mengapa?, karena potensi yang dimiliki pastinya lebih besar dari apa yang baru kita ketahui sekarang ini!

Ahmad Zankie, CEO Arutala

Apabila kamu berminat untuk mendapatkan mitra terbaik di dalam untuk pengembangan VR, hubungi saja Arutala.id.

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow @arutalaid. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.