Apa Saja Dampak Sosial Penggunaan Virtual Reality

Apa Saja Dampak Sosial Penggunaan Virtual Reality?

Apa Saja Dampak Sosial Penggunaan Virtual Reality

Dampak Sosial Virtual RealityVirtual reality adalah teknologi terbarukan yang asal muasalnya berasal dari ide head-mounted display, Ivan Sutherland. Ya, bisa dibilang bahwa teknologi ini telah “ditemukan” sejak tahun 1968.

Hanya saja memang saat itu, istilah virtual reality belum populer. Istilah ini baru dipopulerkan pertama kali oleh Jaron Lanier pada tahun 1987. Sejak saat itulah perkembangan terhadap teknologi virtual reality terus berlangsung.

Bahkan sekarang, virtual reality menjadi bagian terpenting dari proyek Metaverse milik Mark Zuckerberg. Selain itu, kita juga telah melihat banyak contoh penerapan virtual reality di berbagai bidang industri.

Penerapan ini tentunya memberikan kita banyak dampak sosial yang besar dan nyata. Lalu apa saja dampak sosial dari teknologi virtual reality ini?. 5 di antara banyak dampak sosial yang diberikan oleh virtual reality akan dibahas lengkap di dalam artikel ini. Jadi simak baik-baik ya!.

5 Dampak Sosial Virtual Reality

1. Menjadikan Proses Pendidikan dan Pelatihan Lebih Interaktif

Dampak sosial virtual reality yang pertama adalah mampu menjadikan proses pendidikan dan pelatihan lebih interaktif. Mereka para pelajar atau peserta pelatihan jadi lebih aktif terlibat dalam proses belajar mengajar. Pengalaman yang didapatkan lebih imersif dan juga penuh dengan praktikal yang menyenangkan.

Enaknya lagi, sistem pembelajaran dapat dilakukan seolah-olah berada di lingkungan dengan pemandangan yang indah tanpa harus khawatir akan adanya batasan ruang dan waktu.

2. Dunia Hiburan Jadi Lebih Hidup

Dampak sosial yang kedua berkaitan erat dengan industri hiburan. Ambil contoh saja dunia game. Di mana gamer dapat merasakan sensasi bermain di dalam dunia 3D game sebagai karakter utama. Tentunya sensasi yang didapatkan jauh lebih menantang dan juga penuh adrenalin.

Gamer dapat bermain di dalam game favoritnya melawan bos terakhir.

3. Industri Kesehatan dan Terapi Medis

Ketiga, virtual reality mampu memberikan dampak sosial yang baik untuk industri kesehatan dan terapi medis. VR dapat digunakan sebagai fasilitas rehabilitasi fisik dan mental. Melalui VR, pasien dapat meningkatkan mood-nya untuk berjuang melawan penyakit yang diderita.

Perasaan positif inilah yang dipercaya akan meningkatkan proses penyembuhan. Selain itu, VR juga dapat digunakan sebagai bagian dari proses fisioterapi.

4. Kesenian dan Kreativitas

Keempat , virtual reality mampu memberikan dampak positif dalam bidang seni dan kreativitas. Melalui VR, seniman dapat menghadirkan karya seninya dalam keadaan yang benar-benar hidup. Bahkan seniman ataupun penikmat seni dapat melakukan interaksi dengan karya tersebut seolah-olah karya tersebut adalah makhluk hidup yang baru.

Kemampuan virtual reality untuk menghadirkan dunia simulasi 3D tentunya akan membuka lebih banyak pintu kreativitas yang tak terbatas.

5. Industri Pariwisata

Terakhir, virtual reality mampu menjadikan industri pariwisata lebih hidup dan lebih bersahabat untuk mereka-mereka yang lebih suka menghabiskan waktunya di rumah. Melalui VR, kita dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah hanya dari dalam kamar.

Dampak Negatif Virtual Reality

Setiap teknologi pastinya memiliki 2 sisi mata uang, yakni sisi yang menguntungkan dan juga sisi yang merugikan.

Baca Juga: Benarkah Virtual Reality Berbahaya untuk Mata?

Begitu juga dengan virtual reality. Teknologi ini memiliki beberapa dampak negatif, terutama yang berhubungan dengan kesehatan mata dan telinga.

  1. Virtual reality dapat mengakibatkan gangguan penglihatan. Ya, hal ini wajar saja terjadi apabila penggunaan virtual reality sudah berlebihan. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan kepada kita untuk menggunakan virtual reality dengan batas waktu maksimalnya adalah 12 menit. Setelah 12 menit, alihkan pandangan mata ke lingkungan nyata yang asri. Beri jeda waktu yang cukup untuk sesi penggunaan VR yang kedua.
  2. Indera pendengaran dapat terganggu. Kurang lebih sama seperti sebelumnya, virtual reality dapat mengganggu pendengaran. Hal ini biasa terjadi karena kebanyakan pengguna virtual reality menaikan volume ke tahap yang lebih tinggi untuk dapatkan sensasi yang nyata. Kita bisa mencegah hal ini terjadi dengan memberikan batas waktu pemakaian yang tepat. Selain itu, pastikan juga volume suara yang digunakan tidak terlalu kencang.
  3. Pengguna lebih suka dunia maya ketimbang dunia nyata. Dampak negatif yang terakhir adalah virtual reality yang menjadikan penggunanya lebih suka dunia maya ketimbang dunia nyata. Ini tentu saja berbahaya dan bisa menyebabkan individu merasa kesepian dan ansos. Sebisa mungkin untuk selalu berpikiran realistis bahwa dunia maya tidak akan pernah sama dengan dunia nyata. Kita tetap perlu melakukan interaksi satu sama lain dalam lingkungan sosial yang nyata.

Virtual reality adalah teknologi yang mampu memberikan kita banyak manfaat, salah satunya adalah menjadikan proses pendidikan serta hiburan jauh lebih interaktif dan menantang, adapun dampak negatif dari teknologi ini kurang lebih disebabkan karena kurangnya kontrol diri pemakaian

Ahmad Zankie, CEO Arutala

Apabila kamu berminat untuk mendapatkan mitra terbaik di dalam untuk pengembangan VR, hubungi saja Arutala.id.

Baca Juga: Manfaat Virtual Reality untuk Sistem WFH Perusahaan

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow @arutalaid. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.