Tips Menjalankan Content Marketing dengan Virtual Reality

Tips Menjalankan Content Marketing dengan Virtual Reality

Tips Menjalankan Content Marketing dengan Virtual Reality

Content Marketing dengan Virtual Reality – Virtual reality adalah salah satu dari sekian banyak teknologi terbarukan yang sekarang ini digunakan untuk otomatisasi pekerjaan. Bersamaan dengan AR, AI, IoT, teknologi ini adalah pilar untuk industri 4.0.

Virtual reality adalah teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk dapat berinteraksi satu sama lain dalam dunia simulasi 3D. Teknologi ini mampu menghilangkan batas ruang dan waktu. Tidak heran jika teknologi ini banyak diterapkan pada berbagai bidang industri penting kehidupan manusia.

Dimulai dari pendidikan, hiburan, desain manufaktur, konstruksi bangunan, kesehatan, peternakan dan pertanian, marketing, dan lain-lain. Ya, hal ini wajar terjadi dikarenakan VR mampu memberikan pengalaman penggunaan produk ke level yang berbeda.

Bahkan sekarang ada banyak agency marketing yang menggunakan virtual reality untuk strategi content marketing.

Ya, penggunaan virtual reality untuk konsep content marketing tentunya akan membantu meningkatkan keterlibatan audience dalam proses bisnis. Kita bisa memanfaatkan hal tersebut untuk membangun relationship marketing yang baik.

Nah, berikut ini adalah 5 tips sederhana untuk pebisnis yang ingin menjalankan content marketing-nya dengan virtual reality. Penasaran apa saja kelima tips tersebut?, simak baik-baik artikel ini ya!

5 Tips Menjalankan Content Marketing dengan Virtual Reality

1. Melakukan Proses Riset yang Mendalam

Tips yang pertama adalah dengan melakukan proses riset yang mendalam.

Proses riset ini penting dilakukan demi mendapatkan konsep dunia virtual yang matang. Gunakan data-data hasil riset untuk menciptakan dunia virtual yang dapat memberikan audience pengalaman penggunaan produk yang lebih menyenangkan.

Pastikan setiap elemen konten di dalamnya memiliki petunjuk dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain, proses riset ini harus menghasilkan storyboard yang kuat.

2. Desain User Interface yang Mudah Dipahami

Selanjutnya adalah dengan memberikan desain user interface yang mudah dipahami oleh target audience.

Proses ini adalah proses kelanjutan dari desain storyboard yang telah berhasil dirumuskan sebelumnya. Untuk ini, kita bisa melakukan konsultasi dengan tim ahli pengembangan dunia virtual.

Pastikan kamu dan tim ahli tersebut memilih pointer, gerakan atau interaksi tangan yang mudah dipahami sekaligus lebih alami.

3. Pesan Marketing yang Ingin Disampaikan Tertaut di Dalamnya

Tips yang ketiga adalah memastikan pesan marketing yang disampaikan tertaut di dalamnya.

Pesan marketing ini dapat disampaikan melalui berbagai elemen multimedia di dalamnya seperti teks dan audio. Bahkan kita bisa saja menyampaikan pesan marketing ini secara implisit dari karakter model 3D yang dikreasikan. 

4. Memberikan Opsi untuk Personalisasi Pengalaman

Tips content marketing dengan virtual reality yang keempat adalah dengan memberikan opsi pada pengguna untuk melakukan personalisasi pengalaman.

Opsi inilah yang akan membantu bisnis mudah dipahami oleh target audience. Mereka bahkan dapat memberikan kontribusi pada perbaikan kualitas proses bisnis yang ada, baik itu disadari ataupun tidak.

Salah satu contoh mudahnya dapat dilihat dari keberhasilan virtual reality IKEA. Melalui VR, pelanggan dapat dengan mudah mengatur desain interior rumahnya menggunakan berbagai furniture IKEA

 Tentu saja data ini memperkaya wawasan marketing dari IKEA, terutama soal desain furniture yang cocok untuk segmen audience tertentu.

5. Melakukan Pengujian Secara Berkala

Yang terakhir adalah dengan melakukan pengujian secara berkala atau rutin.

Pengujian dilakukan untuk bisa mendapatkan sistem dunia simulasi yang benar-benar sesuai dengan tujuan awal pengembangan virtual reality. Adapun metode pengujiannya dapat dilakukan menggunakan metode sederhana yakni Alpha Test dan Beta Test.

Virtual Reality adalah teknologi yang dapat menjadikan proses content marketing dalam bisnis jauh lebih menarik. VR adalah jawaban sempurna untuk target audience dapat merasakan pengalaman try and buy ke level yang berbeda. VR juga adalah jawaban untuk menghadirkan relationship market yang lebih kuat, di mana audience dapat ikut terlibat dalam proses bisnis, baik itu secara sadar atau tidak.

Ahmad Zankie, CEO Arutala.

Inilah penjelasan lengkap tips content marketing dengan virtual reality.

Apabila kamu berminat untuk mendapatkan mitra terbaik di dalam untuk pengembangan VR, hubungi saja Arutala.id.

Baca Juga: Sejarah Singkat Virtual Reality yang Gak Banyak Orang Tahu!

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow @arutalaid. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.