5 Contoh Perusahaan yang Menggunakan Virtual Reality

5 Contoh Perusahaan yang Menggunakan Virtual Reality

5 Contoh Perusahaan yang Menggunakan Virtual Reality

Contoh Perusahaan yang Menggunakan Virtual RealityVirtual reality adalah salah satu teknologi terbarukan yang sering menjadi bahasan penting di tengah Tech Enthusiast. Teknologi yang pertama kali muncul sejak konsep sensorama dan head-mounted display ini memang telah banyak merubah wajah industri penting manusia.

Melalui virtual reality, kita dapat melakukan apa saja di dunia 3D simulasi tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Teknologi ini memungkinkan kita untuk dapat melakukan berbagai eksperimen serta latihan jadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Bukan hanya itu saja, virtual reality juga mampu merubah dunia entertainment jauh lebih beradrenalin dari sebelumnya. Sebut saja industri virtual reality game. Ya, siapa sih yang tidak mau merasakan serunya bermain langsung di dalam game favorit dan melawan bos terakhir?.

Dengan besarnya manfaat virtual reality ini menghadirkan metode pembelajaran yang imersif dan hiburan kelas atas, maka wajar jika banyak perusahaan besar telah mengaplikasikannya dalam sistem bisnis yang ada.

Lalu apa saja contoh perusahaan yang menggunakan virtual reality ini?.

5 Contoh Perusahaan yang Menggunakan Virtual Reality

1. Apple

@Apple

Yang pertama yang akan kita bahas adalah Apple. Ya, Apple adalah perusahaan teknologi ternama dunia, dan terkenal karena sifatnya yang ekslusif. Mereka terkenal sebagai perusahaan yang benar-benar mandiri, mampu memproduksi hardware dan software sekaligus dari sumber daya yang mereka miliki.

Hal ini terbukti dari pengembangan Apple Vision Pro yang mereka kembangkan dan umumkan di bulan Juni 2023 kemarin. Apple Vision Pro sendiri adalah headset AR/VR yang dipasang dua chip Apple Silicon (M2 Ultra dan R1). Headset ini dapat dikendalikan melalui perantara gerak tangan, mata dan juga suara.

Kabarnya, teknologi ini akan dirilis pada bulan Maret 2024. Meskipun dirancang untuk keperluan komersial, tapi teknologi ini juga dipercaya akan jadi alat pendamping kerja karyawan Apple.

2. Walmart

@WalmartCorporate

Perusahaan kedua yang akan dibahas adalah Walmart. Walmart adalah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak di bidang pengoperasian jaringan department store. Bisa dibilang bahwa Walmart adalah perusahaan jaringan toserba yang tokonya sudah tersebar di berbagai negara. Bagaimana dengan di Indonesia? Apakah Walmart ada?. Terkhusus di Indonesia, Walmart terbilang gagal karena strategi pengembalian 30 harinya yang gagal dipahami masyarakat kita, plus daya beli masyarakat yang masih rendah.

Meskipun begitu, Walmart tetap sukses besar mencapai pasar global. Tidak heran jika Walmart memiliki jutaan karyawan. Nah, untuk mempermudah proses pelatihan karyawan, Walmart menggunakan VR. VR Training yang dilakukan oleh Walmart ini, difokuskan pada 3 area penting, yakni; pembelajaran teknologi baru, soft skills, dan disiplin.

VR Training yang dilakukan oleh Walmart terbukti berhasil meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

3. Boeing

@Boeing

Berikutnya ada perusahaan Boeing. Ya, Boeing adalah perusahaan multinasional yang merancang, memproduksi serta menjual pesawat terbang, roket dan juga satelit. Karena produk yang mereka hasilkan berukuran besar, maka wajar jika Boeing memiliki banyak teknisi handal.

Lalu bagaimana teknisi-teknisi tersebut dapat melakukan kolaborasi satu sama lain mengingat ruang atau lab yang diperlukan pastinya juga berukuran besar. Akan sangat tidak efektif jika teknisi diharuskan untuk mondar mandir ruangan. Oleh sebab itulah, Boeing menerapkan VR training.

VR training yang mereka lakukan ditujukan untuk membantu pengetahuan dan proses kolaborasi antar tim teknisi. Teknisi dapat dengan mudah mendapatkan gambaran sistem pesawat dengan 3D model yang detail. VR training Boeing juga dilakukan untuk pelatihan pilot.

4. Toms

@TOMS

Toms adalah salah satu brand sepatu yang didirikan oleh Blake Mycoskie di tahun 2006. Brand ini hadir dengan mengusung istilah Shoe for Tomorrow Project. Blake juga merancang agar brand ini dapat menciptakan alur model bisnis yang berkelanjutan dan melibatkan banyak prinsip sosial. Seperti saling berbagi sepatu dan melakukan donasi dari hasil penjualan sepatu.

Nah, untuk melancarkan program berbagi dan donasi ini, Toms memanfaatkan program Virtual Giving Trip yang memudahkan pelanggannya untuk melakukan donasi. Pelanggan bahkan bisa merasakan sensasi hadir langsung di acara donasi dan pemberian sepatu hanya dari rumah.

5. Porsche

@Porsche

Terakhir, ada Porsche. Porsche adalah perusahaan otomotif asal Jerman terkhusus pada bagian produksi mobil sport, SUV dan juga sedan. Mobil yang dikreasikan oleh Porsche ini terbilang mahal dan hanya bisa dirasakan oleh mereka yang kelas atas secara ekonomi. Mengerti akan hal ini, Porsche seakan ingin berbagi pengalaman menarik kepada calon pelanggan lainnya untuk bisa merasakan atmosfer naik porsche. Mereka melakukan itu dengan bantuan dari virtual reality.

Tentu saja, apa yang dilakukan oleh Porsche ini sudah masuk ke dalam tahap marketing Try and Buy ke level yang berbeda.

Inilah penjelasan lengkap contoh perusahaan yang menggunakan virtual reality.

Apabila Sobat Arunews berminat untuk mendapatkan Jasa Pembuatan Virtual Reality Profesional, hubungi Arutala.id.

Baca Juga: Latihan Public Speaking dengan Virtual Reality

Dapatkan informasi keren tentang teknologi virtual reality di LinkedIn Sobat Arunews dengan follow ARUTALA. Untuk Instagram, Sobat Arunews bisa follow @arutalaid.